Benarkah Siti Hawa Diciptakan dari Tulang Rusuk Nabi Adam a.s ?

Oleh : Muhammad Fahrul Rizal ( Mahasiswa Univ. Al Ahgaff Tingkat 4 )

Ada beberapa ayat dalam Al Quran yang membahas tentang ini, diantaranya :

Q.S An-Nisa : 1

يٰۤـاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوۡا رَبَّكُمُ الَّذِىۡ خَلَقَكُمۡ مِّنۡ نَّفۡسٍ وَّاحِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالًا كَثِيۡرًا وَّنِسَآءً‌ ۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ الَّذِىۡ تَسَآءَلُوۡنَ بِهٖ وَالۡاَرۡحَامَ‌ ؕ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلَيۡكُمۡ رَقِيۡبًا

" Wahai manusia Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu. "

Imam Fakhrur Rozi dalam tafsirnya pada permulaan QS. An-nisa, mengenai permasalahan apakah Siti Hawa diciptakan dari tulang rusuk Nabi Adam a.s 'Ulama terbagi kepada 2 pendapat :

1. Pendapat Mayoritas 'Ulama mengatakan bahwa tatkala Allah swt telah menciptakan Nabi Adam a.s, Allah swt membuatnya tertidur lalu Allah swt menciptakan Siti Hawa dari beberapa tulang rusuk sebelah kiri Nabi Adam a.s. pendapatkan ini berlandaskan kepada HR. Muslim :

إن المرأة خلقت من ضلع أعوج

"Sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok."

2. Pendapat yang dipilih oleh Imam Abu Muslim Al Asfahani, bahwa Siti Hawa tidak diciptakan dari tulang rusuk Nabi Adam a.s.

Lalu bagaimana dengan redaksi kalimat pada QS. An-Nisa : 1 yang berbunyi :

و خلق منها زوجها

"... dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)-nya.."

Maksud Siti Hawa diciptakan dari Nabi Adam a.s adalah ia diciptakan dari jenis (material) yang sama dengan Nabi Adam a.s yaitu sama - sama dari tanah, bukan dari api ataupun cahaya.

Adapun mengenai Hadits Riwayat muslim yang mengatakan bahwa wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok menurut pendapat kedua bermakna konotatif yakni sebuah "tasybih" atau perumpamaan sifat wanita. Jika ia diperlakukan secara keras maka ia akan patah, namun jika dibiarkan begitu saja ia akan bengkok.

Dari kedua pendapat ini, kita boleh mengikuti pendapat yang mana saja.

Sebagai catatan penting, Hadits Riwayat Muslim itu bukanlah bermaksud merendahkan kaum wanita sebagaimana persepsi orientalis dan kaum liberal, tapi justru dalam Hadits ini Baginda Nabi saw sedang mengingatkan para suami agar tidak berlaku kasar kepada isterinya, berkasih sayang serta memperlakukannya secara terhormat, jika ia melakukan kesalahan janganlah memperlakukannya secara kasar yang dapat menyakiti perasaan serta menggoncang kejiwaannya dan membuat dirinya layaknya "tulang rusuk yang patah", tapi ingatkanlah secara lembut dan penuh kasih sayang.

Beginilah Baginda Nabi Saw membimbing umatnya dengan bahasa yang indah dan perumpamaan yang mudah dipahami oleh umatnya.

Allahumma shalli 'ala Sayyidina Muhammad wa 'ala Aali Sayyidina Muhammad

Referensi :

Fatawa wa Ahkam lil Mar'ah Al Muslimah, Syekh 'Athiyyah Shaqr.

=====

Terus dukung dan ikuti perkembangan kami lewat akun media sosial Ahgaff Pos di;

Facebook: facebook.com/AhgaffPos
Instagram: instagram.com/ahgaffpos.official
Youtube: tiny.cc/YoutubeAhgaffPos
Website: amiahgaff.org
Medium: medium.com/@ahgaffpos95

Posting Komentar

0 Komentar