Al-'Allamah al-Habib Abdullah bin Mahfudz al-Haddad (Qadhi Hadhramaut, salah satu pendiri dan ketua majlis umana universitas al-Ahgaff) Wafat 1417 H

Oleh : Muhammad Ihsan, Mahasiswa Tingkat Akhir, Fakultas Syariah wal Qonun, Universitas Al Ahgaff




Habib Abdullah bin Mahfudz telah menjabat sebagai Qadhi (Hakim) selama 23 tahun.

Sebelum mengemban jabatan, Beliau terlebih dulu bertanya kepada salah satu guru Beliau di Mukalla.
"Ya 'Ammi, bagaimana pendapatmu kalau saya ditunjuk menjadi Qadhi"
"Terimalah jabatan tersebut! Karena kalau bukan kamu, siapa lagi orang yang pantas untuk mengembannya" Perintah sang guru.

Metode beliau dalam memberikan hukum dan putusan berpedomankan taysir (kemudahan) bagi ummat. Namun di sisi lain, tak segan pula beliau memberikan hukum yang berat, karena si penanya termasuk orang yang meremehkan perkara agama.

Salah seorang warga datang bertanya kepada beliau "Ya habib, ayah saya menyuruh untuk menceraikan istri saya. Apakah harus saya taati perintah tersebut ?"

Habib Abdullah balik bertanya "Apakah ada perseteruan antara kamu dan istrimu ?"
ia menjawab "Tidak ya habib"
"Kalau begitu, jangan talak istrimu!" jawab Habib yang bermarga al-Haddad ini.

Si penanya yang kurang puas terhadap jawaban sang habib lalu berucap:
"Akan tetapi sayyidina Umar Ra. menyuruh anaknya untuk mentalak dan perintah itu ia laksanakan".
Habib Abdullah menjawab "Kalau ayahmu sudah sampai derajatnya seperti Sayyidina Umar Ra dan berkata begitu, maka penuhilah perintahnya (mentalak istrimu)".

Rahimahullah rohmatal abror.

(Sumber : Perkataan Ust. Hamid as-Seggaf & petikan wejangan Abuya Baharun)

=====

Terus dukung dan ikuti perkembangan kami lewat akun media sosial Ahgaff Pos di;

Facebook: facebook.com/AhgaffPos
Telegram: t.me/ahgaffpos
Instagram: instagram.com/ahgaff.pos

Posting Komentar

0 Komentar