Putra Madura Raih Predikat Cum Laude di Wisuda Universitas Al-Ahgaff

Kamis (20/04) pada acara Wisuda Ahgaff ‘20 di Auditorium Universitas Al-Ahgaff Tarim, Hadhramaut, Yaman, 3 dari 99 mahasiswa Indonesia meraih gelar sarjananya dengan predikat Cum Laude (Mumtaz). Gelar ini hanya diberikan kepada mahasiswa dengan Indeks Prestasi Kumulatif 4,50 ke atas.

Tentu banyak yang penasaran siapa saja mahasiswa Indonesia yang telah berhasil meraih predikat Cum Laude di Ahgaff? Bagaimana perasaan mereka pasca berhasil meraih predikat Cum Laude di Ahgaff? Apa kunci keberhasilan mereka? Dan ke manakah mereka akan melanjutkan studi masing-masing setelah lulus dari Ahgaff?

Ketika ditemui oleh kru Ahgaff Pos usai acara Wisuda Ahgaff 20, berikut komentar dari salah satu dari mereka:

"Kalau dilihat pas awal masuk Ahgaff dulu, gak pernah nyangka bahwa di tahun akhir ini bisa berhasil dapat predikat Cum Laude (mumtaz). Bisa lulus di setiap ujian semesternya saja sudah Alhamdulillah. Awal masuk dulu enggak ada target untuk Cum Laude. Adanya cuma target agar bisa lulus dengan lancar tanpa hambatan di setiap tahunnya. Tapi akhirnya bisa Cum Laude, rasanya ya seneng dan bersyukur. Alhamdulillah bisa buat bahagia orang tua. Tapi sebenarnya, ini beban buat ana pribadi untuk mempertanggung jawabkannya ketika balik ke Indonesia. Harus tetap Cum Laude di masyarakat nantinya, untuk membawa harum nama Universitas Al-Ahgaff. Dan ini berat, mohon sambung do'anya," papar Farhan bin Nasu'i (27) Sampang, Madura,
Alumnus Ponpes Tanwirul Islam, Sampang Madura.

Dan berikut ada beberapa koleksi motivasi dan nasehat mujarab yang sukses membuat beliau bertahan di IPK 4,57:

"Untuk nasehat atau motivasi, kalau ana pribadi, karena kemauan berkuliah ke Ahgaff nih murni dari ana pribadi. Jadi ana harus membuktikan ke orang tua bahwa ana ke sini bener-bener untuk kuliah dan belajar. Jadi itu menjadi motivasi tersendiri setiap kali belajar pas ujian. Harus jangan mengecewakan orang tua yang sudah susah payah membiayai.

"Kunci berhasil di Ahgaff yang utama ya belajar dan terus belajar. Selalu sharing ama teman-teman agar bisa memahami mata kuliah dengan baik. Karena pemahaman kita kadang salah, jadi sering-seringlah diskusi ama teman-teman yang ana anggap lebih baik pemahamannya dari ana. Dan juga jangan merasa cukup murajaah sebelum benar-benar sudah difahami dan sudah bisa dihadirkan dalam benak setiap bab-bab atau permasalahan dalam muqorror kuliah.

"Belajar di Ahgaff butuh kesabaran juga. Jadi ya harus bener-bener latih kesabaran dalam belajar dan menghafal.
Agar tetap istikamah. Mungkin dengan selalu mengingat apa yang menjadi tujuan kita berangkat ke sini. Selalu perbarui niat dan ingat pengorbanan orang yang sudah berjuang membiayai kita agar selalu punya semangat baru di setiap langkahnya.

"Setelah lulus dari Ahgaff, Insya Allah ana mau pulang ke Indonesia dulu. Sudah kangen ama orang tua dan keluarga. Untuk S2 tetap ada keinginan. Doain saja semoga lancar. Doain juga semoga ilmu yang sudah kami serap di Ahgaff manfaat dan barokah. Bisa diamalkan ketika balik ke kampung halaman nanti. Jangan lupa do'ain," pungkas Kang Farhan.

Semoga apa yang beliau cita-citakan dapat terkabulkan. Semoga kita semua dapat mengambil manfaat dari kisah dan pengalaman ini. (Red/Maulana Ibrahim Ritonga)

===========

Terus dukung dan ikuti perkembangan kami lewat akun media sosial Ahgaff Pos di;

Facebook: facebook.com/AhgaffPos
Telegram: t.me/ahgaffpos
Instagram: instagram.com/ahgaff.pos
Youtube: tiny.cc/YoutubeAhgaffPos
Website: amiahgaff.org
Medium: medium.com/@ahgaffpos95

Post a comment

0 Comments