Kajian Ramadhan : Memahami Mereka para Wanita.

Oleh: Sayyid Mustofa Al-Muhdhor (Mahasiswa Tingkat Akhir, Fakultas Syaria'h wal Qanun, Universitas Al-Ahgaff)



Kita sepatutnya menyadari bahwa keseimbangan di jagat semesta ini salah satunya tercipta akibat adanya dua hal yang saling menopang; yaitu kerjasama antara pria dan wanita. Adapun aspek yang memprakarsai terciptanya keseimbangan tersebut adalah hak dan kewajiban. Allah tidak menjadikan keduanya tercipta sia-sia. Masing-masing mengemban hikmah dengan takdir yang sengaja dibedakan agar menjadikan ritme kehidupan ini indah dan mengalun.

Akan tetapi, bukan hidup namanya jika tidak ada sebuah ujian dan ketimpangan. Manusia tercipta memiliki akal dan nafsu. Kadang-kadang apa yang mereka jalankan tak sesuai dengan petunjuk yang telah Allah titipkan melalui utusannya yang mulia, Nabi Muhammad SAW, oleh karena terjerumus nafsunya atau terbuai dengan godaan setan.

Pada kajian sore hari ini, al-Habib Abdullah Baharun memberikan kesejukan batin dengan nasihat beliau yang digalinya dari kitab "Riyadu As-Solihin". Beliau membuka bab baru yang isinya ditujukan untuk kaum lelaki agar lebih memerhatikan ihwal wanitanya.

وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ فَإِنَّ الْمَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلَاهُ إِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ اسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا

"Dan berwasiatlah kepada wanita dengan kebaikan, karena sesungguhnya dia diciptakan dari tulang rusuk, dan bagian yang paling bengkok adalah tulang rusuk yang paling atas, jika kamu berusaha untuk meluruskannya, niscaya akan patah, jika kamu membiarkannya, dia akan senantiasa bengkok, maka berwasiatlah terhadap wanita dengan kebaikan."

Hadis di atas mengawali pengajian kami bersama Alhabib Abdullah Baharun. Pembawaan beliau dalam pembahasan kali ini terkesan lebih santai dibanding sebelumnya, mengingat memberikan nasihat tentang hal yang agung bukanlah suatu hal yang harus disikapi secara tegang. Meski begitu, beliau tetap mengisyaratkan bahwa ini adalah persoalan yang serius, dan beliaupun sangat menekankan bahwa bab ini (berbuat baik kepada wanita) sangatlah penting namun mulai dilalaikan oleh banyak orang.

Banyak mereka para lelaki yang lalai akan tugasnya sebagai tiang dan pondasi ruh rumah tangga. Mereka terlalu sering meminta haknya sendiri tetapi lupa bahkan enggan memberikan hak-hak wanita mereka. Bahkan, banyak dari mereka yang menunggangi agama untuk alasan mendapatkan apa yang hawa nafsu mereka inginkan dan terkesan menindas sebagian wanita. Jelas semua itu luput dari hal yang semestinya mereka sadari sebagai hal yang salah, karena mata batin mereka yang terlalu gelap dan tertutupi hawa nafsu.

Banyak juga dari kita yang tidak terlalu pandai dalam menghadapi mereka para wanita. Nabi Muhammad SAW telah menjelaskan dalam hadisnya di atas, bahwa mereka tercipta dari tulang rusuk yang bengkok, sehingga hal itu menjadikan mereka lebih banyak berpikir menggunakan hatinya dari pada akalnya. Sebab rasa rahmat yang lebih diturunkan ke hati mereka, merekapun lebih dominan berinteraksi dengan hati dan kelembutan.

Lain halnya lelaki, yang lebih bertabiat logis, serta lebih banyak bekerja dengan kekuatannya dan pikirannya. Oleh karena kekuatan berpikir para lelaki yang lebih unggul, mereka dianggap mampu untuk berinteraksi secara cermat untuk mengarahkan para wanita dan mendidiknya. Bukan menyamaratakan cara pandang dan aturan berfikir lelaki untuk mereka para wanita dan berharap mereka selalu mengikuti setiap langkah para lelaki tanpa terlebih dahulu mempertimbangkan mereka dan menunaikan hak mereka. Semua "pagar" peraturan ini didirikan supaya memenuhi harapan semula, sebagaimana yang Allah hadiahkan kepada pasangan suami istri, yaitu nuansa "mawaddah wa rohmah".

Dari situpun kita bisa mengambil kesimpulan, bahwa hadiah yang Allah berikan kepada sepasang suami istri haruslah selalu dilestarikan dan dijaga dengan saling memahai satu sama lain, dan mengetahui apa yang harus dikerjakan bersama. Terlebih untuk para lelaki, ketenangan dalam rumah tangga tidak serta merta didapatkan sebelum mereka mendidik secara lahir dan batin wanitanya supaya tetap berjalan di atas koridor agama dan menapaki tangga ibadah. Sebab hadiah ketenangan tersebut tidak bisa dan tidak akan pernah bisa didapatkan selain dari jalur yang muaranya adalah Allah dan Rasul-Nya. Sehingga, para lelaki harus mampu membimbing dirinya sendiri dan juga wanitannya untuk bisa mendapatkan rida Allah dan Rasul-Nya, yang di dalamnya mengandung sumber dari segala kebahagiaan.

Mudah-mudahan Allah selalu memberikan kita taufik-Nya untuk bermunajat selalu kepadanya dalam segala hal yang diridai-Nya dan dicintai-Nya.

=====

Terus dukung dan ikuti perkembangan kami lewat akun media sosial Ahgaff Pos di;

Facebook: facebook.com/AhgaffPos
Telegram: t.me/ahgaffpos
Instagram: instagram.com/ahgaff.pos

Post a comment

0 Comments