Hikmah Ramadhan Bagi Muslimah

Oleh: Al-Faqiroh @balqisazizy_ (alumnus universitas Al-Ahgaff Yaman)


______

Ramadan akan segera berakhir. Rasa sedih tak terelakkan lagi. Namun berakhirnya Ramadhan, hendaknya mampu meninggalkan ‘jejak’ positif dalam diri tiap muslimah.

Ada kisah menarik terjadi pada bulan Ramadhan, yang semoga mampu menjadi refleksi bagi kaum muslimah dalam meningkatkan iman dan takwa setelah berlalunya bulan suci ini.
Ialah kisah kesetiaan dan bukti cinta ummul mukminin, sayyidah Khadijah رضي الله عنها, yang mendukung penuh keputusan suaminya untuk menyendiri di gua hira’. Dukungan itu tidak sekedar berbentuk ucapan saja, tapi juga beliau rela mendaki jabal nur demi mengantar makanan dan mengerti kabar suaminya, Muhammad. Bahkan saat Nabi Muhammad saw ketakutan tatkala melihat Jibril menyampaikan wahyu pertama, Sayyidah Khadijah menenangkan beliau dengan kata-kata yang menyejukkan hati,

كَلاَّ أَبْشِرْ فَوَ اللهِ لَا يُخْزِيْكَ اللهُ إِنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ وَتَصْدُقُ الْحَدِيثَ وَتَحْمِلُ الْكَلَّ وَتَقْرِي الضَّيْفَ وَتُعِينُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ

“Tidak mungkin. Demi Allah, Allah tidak akan merendahkanmu. Sesungguhnya engkau menyambung persaudaraan, jujur dalam berucap, menanggung orang lemah, menjamu tamu, dan membantu kesulitan-kesulitan hak orang lain.”

Tidak berhenti di situ, setelah wahyu pertama turun pada Nabi, sayyidah Khadijah menjadi orang pertama yang mengimani Allah dan Rasul-Nya.

Maka dari itu, sebagai seorang muslimah yang disebut menjadi tiang sebuah negara, hendaknya kita mampu menjadikan Ramadhan sebagai momen untuk memperkuat kembali iman dalam hati sehingga melahirkan ketakwaan yang ditunjukkan dengan perilaku sehari-hari, seperti yang telah diteladankan oleh ibunda kita saat Ramadhan puluhan abad yang lalu.

Detik-detik penghujung Ramadhan ini mari kita isi dengan berbagai kebaikan dan mujahadah diri dari berbagai ma’shiat. Puasakan lisan kita dari membicarakan orang lain, puasakan telinga kita dari mendengar keburukan orang lain, puasakan mata kita dari melihat yang haram, puasakan tangan kita dari segala posting dan komen yang tidak menggambarkan akhlak seorang muslimah.

عن عائشة رضي الله عنها قالت، كان رسول الله يجتهد في العشر الأواخر ما لا يجتهد في غيره.

Dari sayyidah Aisyah ra mengatakan, “Nabi Muhammad saw selalu bergiat (dalam ibadah) pada sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan) tidak segiat hari-hari selainnya.”

والله الولي الموفِّق 😇

Semoga bermanfaat.

======

Terus dukung dan ikuti perkembangan kami lewat akun media sosial Ahgaff Pos di;

Facebook: facebook.com/AhgaffPos
Telegram: t.me/ahgaffpos
Instagram: instagram.com/ahgaff.pos

Post a comment

0 Comments