Cinta Itu Butuh Perjuangan! | Kisah Seorang Asma' binti Abi Bakar Ra

Oleh: Ricky Faishol, Alumnus Fakultas Syariah wal Qonun, Universitas al-Ahgaff




 Ketika kita berbicara cinta, banyak hal yang mesti kita perjuangkan. Memperjuangkan cinta tidak mudah, namun sangat berarti bagi orang yang kita cinta. Bagai diri ini, sang pejuang cintanya.

 Cinta adalah sebuah seni, love is an art. Seperti hidup juga sebuah seni. Jika kita ingin mempelajari bagaimana seni mencinta, sebaiknya kita juga menggunakan proses yang sama saat kita mempelajari sebuah seni.

 Cinta bukan sebentuk benda yang dapat dilihat simetris, kanan-kiri. Cinta selalu melibatkan dua pihak yang berkepentingan dan memiliki kepribadian yang berbeda. Memandang cinta sebagai bentuk benda adalah sia-sia dan melelahkan.

 Sayyidah Asma' bint Abi Bakar adalah wanita yang sangat setia dan menjaga perasaan suaminya.

 Asma' berkata: "Pernah aku ditawari menaiki unta rombongannya Rasulullah Saw, ketika itu Rasulullah Saw melihatku letih memikul kurma di atas kepalaku. Namun aku malu pada Rasulullah, dan aku ingat bahwa suamiku adalah seorang yang pecemburu, maka aku enggan ikut bersama kendaraan Rasulullah Saw. Ini semua aku lakukan untuk mengharap ridha Allah Swt. Aku akan selalu berusaha untuk taat kepada suamiku dan menjaga keridhaan suamiku".

 Ketika sampai di rumah Asma' menceritakan kejadian itu pada az-Zubair, suaminya.
Zubair menanggapinya, “Demi Allah, keadaanmu membawa kurma di atas kepala lebih memberatkan hatiku daripada ketika engkau naik unta bersama beliau".

 Ketika kita berbiacara cinta, Islam sudah menjelaskan panjang tentang konsep cinta, bahkan ulama mendefinisikan cinta :

المحبة هي ميل القلب الى المحبوب والشوق الى لقائه

 "Condongnya hati pada yang dicinta dan rindu akan pertemuan dengannya".

 Makna ini sangat luas. Mencakup beberapa hal, bahkan mencakup cinta antara dua insan ciptaan Allah Swt.

 Cinta adalah fitrah dan mencintai sesama manusia juga merupakan suatu fitrah yang diberikan Allah Swt. Dalam ajaran  atau syariat Islam, cinta kepada manusia adalah--dan seharusnya merupakan--perwujudan dari cinta seseorang kepada Allah Swt. Dapat dikatakan jika seseorang mencintai Allah Swt maka ia pun akan mencintai manusia lainnya. Hal inilah yang mendorong manusia untuk berbuat baik kepada sesamanya atau yang dikenal dengan akhlak.

 Allah Swt juga menyebutkan dalam Alquran bahwa Allah menciptakan manusia agar dapat saling mengenal dan mengasihi. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚإِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚإِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

=====

Terus dukung dan ikuti perkembangan kami lewat akun media sosial Ahgaff Pos di;

Facebook: facebook.com/AhgaffPos
Telegram: t.me/ahgaffpos
Instagram: instagram.com/ahgaff.pos

Post a comment

0 Comments