Arek Malang Raih Predikat Cum Laude di Wisuda Universitas Al-Ahgaff

Kamis (20/04) pada acara Wisuda Ahgaff ‘20 di Auditorium Universitas Al-Ahgaff Tarim, Hadhramaut, Yaman, 3 dari 99 mahasiswa Indonesia meraih gelar sarjananya dengan predikat Cum Laude (Mumtaz). Gelar ini hanya diberikan kepada mahasiswa dengan Indeks Prestasi Kumulatif 4,50 ke atas.

Tentu banyak yang penasaran siapa saja mahasiswa Indonesia yang telah berhasil meraih predikat Cum Laude di Ahgaff? Bagaimana perasaan mereka pasca berhasil meraih predikat Cum Laude di Ahgaff? Apa kunci keberhasilan mereka? Dan ke manakah mereka akan melanjutkan studi masing-masing setelah lulus dari Ahgaff?

Ketika ditemui oleh kru Ahgaff Pos usai acara Wisuda Ahgaff 20, berikut komentar dari salah satu dari mereka:

"Alhamdulillah senang dan bahagia. Ya gak nyangka juga sih, saya merasa itu hanya keberuntungan bagi saya. Karena dulu saat mustawa 1 di Mukalla saya hanya bisa masuk 10 besar. Jadi dari awal saya tidak pernah benar-benar mengejar cumlaude. Hanya saja ketika di Tarim saya mendapat IPK yang tinggi dan saya melihat keluarga bahagia ketika mengetahui hal tersebut. Ya akhirnya saya berusaha mempertahankan sampai akhir. Meskipun setiap semester saya selalu dihantui rasa takut IPK turun karena selalu ada beberapa matkul yang saya merasa kesulitan saat menjawab soal ujiannya, juga berbeda dengan ashab imtiyaz lain yang selalu mendapat nilai A dan hanya sesekali nilai B, saya selalu mendapat dan memiliki nilai C sejak mustawa awal dulu. Tapi alhamdulillah masih bisa mempertahankan imtiyaz sampai saat ini," papar Muhammad Iqbal al Falah bin Ahmad Sulthon Rofi'i (24) alumnus Pon-Pes Darussa'adah, Gubukklalah, Malang.

Dan berikut ada beberapa koleksi motivasi dan nasehat mujarab yang sukses membuat beliau bertahan di IPK 4,56:

"Saya termotivasi oleh nasehat dan semangat yang diberikan guru-guru, keluarga, teman2 juga orang2 yang saya sayangi, terutama kakak kelas sekamar yang termasuk ashab imtiyaz di angkatan 16 dan 18. Untuk nasehat mujarrab yang selalu saya ingat khususnya ketika saya malas adalah:

من طلب العلم لنفسه فالقليل يكفيه، ومن طلب العلم للناس فحاجة الناس كثيرة

"Juga syair:

ولم أر في عيوب الناس عيبا # كنقص القادرين على التمام

"Jadi selama bisa mendapat mumtaz, kenapa harus cukup mengejar yang penting lulus?!

"Kunci utama kesuksesan saya adalah murni karena pertolongan dan karunia Allah SWT yang didukung oleh doa para guru, orang tua, keluarga, juga para teman. Sebelum memberikan beberapa resep, saya ingin menekankan bahwa mumtaz bukanlah tolak ukur kesuksesan seseorang di masa depan. Saya berharap dan yakin teman2 yang lain bisa lebih sukses dan bermanfaat untuk orang lain di masa depan. Juga sebelum itu berbeda dengan ashab imtiyaz lain yang terkenal rajin, selalu duduk terdepan di kelas, dan murojaah setiap malam, saya terkenal pemalas, selalu duduk terbelakang saat kuliah, tidak pernah ikut murojaah bersama, juga sering mengandalkan sistem kebut semalam untuk belajar saat ujian. Akan tetapi ada beberapa resep yang saya miliki untuk bisa mendapat nilai tinggi di Ahgaff.

"Yang pertama: berusaha memahami muqorror sebelum malam ujian, baik dengan memperhatikan keterangan ustad di kelas atau belajar dengan teman atau kakak kelas. Saya sering memperhatikan teman-teman yang kesulitan mengerjakan ujian karena mereka baru berusaha memahami muqorror ketika malam ujian, yang aslinya harus fokus untuk menghafal poin penting dari muqorror.

"Yang kedua: Mencoba menghafal poin-poin penting dari muqorror dan latihan mengisi soal-soal terdahulu apalagi jika ustad yang mengajarkan sama, lebih baik jika dilakukan dengan musyawaroh bersama-sama, seperti yang biasa saya lakukan dengan teman sekamar beberapa hari sebelum ujian, dan saya benar-benar merasakan manfaatnya. Seperti dikatakan:

كتابة سطرين خير من حفظ وقرين، ومذاكرة اثنين خير من هذين

"Insyaallah sebagaimana pesan dari Abuya Baharun saat saya dengan orang tua sowan ke beliau bulan Syakban lalu, setelah lulus saya akan khidmah dulu di Mukalla sambil menunggu si doi mengkhatamkan hafalannya, hehe."

Semoga apa yang beliau cita-citakan dapat terkabulkan. Semoga kita semua dapat mengambil manfaat dari kisah dan pengalaman ini. (Red/Maulana Ibrahim Ritonga)

===========

Terus dukung dan ikuti perkembangan kami lewat akun media sosial Ahgaff Pos di;

Facebook: facebook.com/AhgaffPos
Telegram: t.me/ahgaffpos
Instagram: instagram.com/ahgaff.pos
Youtube: tiny.cc/YoutubeAhgaffPos
Website: amiahgaff.org
Medium: medium.com/@ahgaffpos95

Post a comment

0 Comments