Anjuran Ziarah Nabiyallah Hud As dari Habib Ali Al-Masyhur

Oleh: Yusuf Markawi (Mahasiswa Tingkat akhir, fakultas syariah wal Qonun, universitas Al Ahgaff)



 Al-Imam al-Faqih al-Muqaddam mengadakan tradisi Ziarah Nabiyallah Hud As. semata mata karena Allah. Ziarah Nabiyullah Hud juga ditujukan sebagai perwakilan menziarahi Rasulullah Saw. karena umat islam mengimani seluruh Nabi tanpa membeda-bedakan sebagaimana yg di lakukan Bani Isra'il. Karena sebab tujuan yang Lillahi ta'ala, tak ayal tradisi ini pun terus ada, karna Allah Swt yang melanggengkannya. Berapa banyak hal yang diawali dengan tujuan selain Allah akhirnya bubar dan berakhir.

 Habib Ali al-Mashyur, dalam wejangan pagi di Zanbal menceritakan: bahwasanya Syeikh Ali baros, murid dari Habib Umar al-Attas (Sohibur ratib), ketika menziarahi Nabiyullah Hud & membaca Alquran surah Hud, sampai pada ayat yang mengisahkan tentang tantangan kaumnya yang tidak mau beriman pada risalah yang beliau bawa, mereka katakan :
( قَالُوا يَا هُودُ مَا جِئْتَنَا بِبَيِّنَةٍ ) هود آية ٥٣

 "Wahai Hud, engkau tidak punya bukti untuk kami."

 Syeikh Ali baros mengulang-ulangi potongan ayat tersebut, lalu beliau mendengar jawaban dengan suara yang keras:

"قد جئتُ ببينة و لكنهم لا يؤمنون"

 Aku telah memberikan bukti, namun mereka tak mau beriman!

 Syeikh Ali terkejut, lantas bertanya kepada orang-orang di sekitarnya: "apakah kalian mendengar sebuah suara?"

 "kami tidak mendengar apa-apa wahai syeikh." jawab mereka.

 Kemudian Al-Habib Ali al-Masyhur juga memberikan nasihat kepada orang yang akan berziarah, di antaranya:

1. Agar senantiasa meluruskan niat. Menjaga shalat fardu beserta shalat sunahnya.

2. Membersihkan hati dari riya, 'ujub, sombong & iri dengki.

3. Mengutamakan hak-hak yang harus ditunaikan. Seperti orang yang memiliki hutang yang sudah jatuh temponya, kalau karena membayar hutang jadi tidak bisa ikut berziarah tidak masalah, karena hutang adalah hak yg harus ditunaikan sesegera mungkin, sedangkan ziarah bisa dilakukan kapan saja.

4. Memperhatikan lama waktu tinggal di Syi'ib, jika beniat lebih dari 4 hari (termasuk waktu perjalanan pulang-pergi) maka tidak boleh melakukan Qasar Shalat, meskipun jarak perjalanan lebih dari dua marhalah, karna telah hukum mukim dalam.

5. Hendaknya memperbanyak doa, meminta kebaikan, juga mendoakan umat islam, agar Allah Swt segera mengangkat segara musibah yang menimpa umat islam.

زيارة أسبوعية، زنبل تريم
٢٩ رجب ۱٤٤۰

=====

Terus dukung dan ikuti perkembangan kami lewat akun media sosial Ahgaff Pos di;

Facebook: facebook.com/AhgaffPos
Telegram: t.me/ahgaffpos
Instagram: instagram.com/ahgaff.pos

Post a comment

0 Comments