لو كان بيننا الحبيب "Andai Rasulullah disisiku"

Oleh: Ahmad Yusuf Markawi (mahasiswa tingkat akhir Universitas al-Ahgaff)




(و ما أرسلناك إلا رحمة للعالمين)

"Tidaklah aku (Allah) mengutusmu kecuali dengan tujuan utama sebagai penebar rahmat (kasih sayang) kepada alam semesta".

Sebagai sesempurnanya makhluk di muka bumi ini, Rasulullah Muhammad bin Abdillah sudah memperlihatkan keistimewaan serta menebar berkah kepada seisi alam semesta sebelum beliau dilahirkan.

Sekelumit keberkahan dan keistimewaan yang dimiliki Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam sebelum beliau terlahir di dunia ini datang dari sang ayah Abdullah, terpancar dari wajahnya cahaya saat membawa nur Rasulullah dalam dirinya. Dan Aminah ibunya, yang tidak merasakan kepayahan saat mengandung sebagaimana yang dirasakan kebanyakan wanita hamil, bahkan ketika melahirkan pun tak merasakan kesakitan. Pun Halimah as-Sa'diyyah, ibu yang menyusui Rasulullah, saat datang ke-Makkah ia dengan kondisi asinya yang begitu sedikit, unta yang payah dan lesu yang akhirnya membuatnya hanya bisa mendapatkan seorang anak yatim, karna anak-anak dari keluarga mapan lainnya telah diambil oleh wanita-wanita menyusui yang saat itu sampai lebih dulu ke-Makkah, namun dari anak yatim tersebutlah tercurah banyak keberkahan pada Halimah dan keluarganya, saat membawa Muhammad kecil, seketika itu asinya tercurah subur, unta payahnya dapat berlari melaju mendahului kafilah-kafilah lain yang tadinya pergi lebih dahulu. Karena siapa yang ia bawa? Sayyidul 'Alamin, sallallahu alaihi wa sallam.


Sampai di kabilahnya, Bani Sa'ad, sumur-sumur yang tadinya kering tiba-tiba mengeluarkan air, rumput-rumput tumbuh subur membuat kambing-kambing setempat khususnya kambing milik keluarga Siti Halimah menjadi berisi dan menghasilkan banyak susu.


Suatu hari saat Rasulullah kecil sudah dapat berlari-lari, ia berlari diantara kambing peliharaan keluarga siti halimah tanpa alas kaki, melihat itu siti halimah bersenandung:

أيا راعي الأغنام شرفت بالمعنى # و منوا مدى منك الجمال لنا هنا
فديتك لا تمش على الرمل و الحصا # و كن ماشيا فوق الخدود تشرفنا

Yang artinya :
Wahai sang gembala domba, sungguh engkau mulia dengan makna.
Mereka berhutang budi banyak dengan keindahanmu yang ada pada kami di sini.
Aku menjadi tebusanmu, jangan kau berjalan di atas pasir dan kerikil, berjalanlah di atas pipi ini agar akupun mendapat kemuliaan.
(Qasidah ini yang biasa didendangkan al-Habib Husein Umar al-Haddad Hautoh, Allah yarhamhu).


Madinah, kota yang dulunya sering terjadi perang antara kabilah Aus dan Khazraj akhirnya berdamai dan mereka bersatu, yang kini kita kenal dengan kaum ansor atau kaum pembela Rasulullah dalam berjuang. Umat islam yang menjadi umat Rasulullah pun kelak mendapat giliran hisab sebelum umat lain yang lebih dulu ada, berkat kemuliaan syafaat khairul anam yang menjadi penuntun jalan hidup kita.


Orang yang selalu bersolawat dan menghadirkan Rasulullah Shollallahu alaihi wasallam dalam hatinya akan jauh dari perbuatan haram, bahkan ia akan menjadi manusia penebar rahmat, kasih sayang, ikhlas dan bijak.


Adakah seberkas cahaya kerinduan terhadap Rasulullah yang menerangi hati kita? Seperti halnya ketika kita memandang wajah orang soleh yang akan membuat hati tenang dan menambah kekuatan dalam taat, lalu bagaimana dengan melihat Sayyidus solihin?

يا نبي سلام عليك
يا رسول سلام عليك
يا حبيب سلام عليك
صلوات الله عليك

Posting Komentar

0 Komentar