Taubat, Dispensasi Istimewa untuk Umat Nabi Muhammad

Oleh: Zulaefi Amz ( Mahasiswa Universitas al-Ahgaff)



Semoga sahabat dan saudara saya sekalian dalam kebaikan dan kebahagiaan. Amin

Berbicara tentang hidup tentunya kita sebagai seorang hamba kerap melewati proses antara "benar" dan "salah". Benar dalam arti melakukan ketaatan dan salah dalam arti bermaksiat.

Kita selaku insan yang lemah, seringkali melakukan kesalahan setiap harinya. Sebagaimana sabda Nabi:


وَعَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ» . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ وَابْنُ مَاجَهْ والدارمي

Artinya:

Dari Anas Radhiyallahu Anhu berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda; “Setiap Anak keturunan Adam (Manusia) pasti memiliki kesalahan / dosa, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang mau bertaubat (Hadits Hasan, HR Tirmidzi, Ibnu Majah, Darimi)


Meskipun begitu, dengan diutusnya baginda Nabi kepada kita, selain sebagai "rahmatan lilalamin" beliau juga sebagai "kaffaratul bala", yaitu mengangkat azab yang ditimpakan pada umat sebelumnya.

Dahulu, umat Nabi Nuh as, tatkala mengingkari suatu ajaran tak lama langsung ditenggelamkan oleh Allah. Begitupun dengan umat-umat terdahulu yang membangkang, seketika azab pun langsung diturunkan. Sedangkan kita, Umat Rasulullah saw, berkat kemuliaan beliau kita masih diberikan dispensasi, sebuah kesempatan untuk bertaubat.

Maka janganlah kita sia-siakan kesempatan tersebut. Walaupun kita terjatuh dalam lubang dosa yang sama. Lagi dan lagi. Teruslah bertaubat. Niscaya Allah swt akan membukakan pintu taubat.


(قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ)

 Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.
[Surat Az-Zumar 53]

Jika kita resapi ayat di atas maka kita akan temukan betapa dalamnya samudera cinta Allah untuk semua makhluk ciptaan-Nya.

Hanya saja kita sering tidak tau diri. Ibaratnya, sudah dikasih susu, malah dibalas dengan air tuba. Diberi madu, dibalas dengan racun.

Tapi perlu kita ketahui, kalau seandainya semua makhluk di muka bumi ini bermaksiat kepada Allah swt, maka tidak berkurang sedikitpun kemuliaan dan keagunganNya.

Jadi, setiap perbuatan balasannya akan kembali pada diri kita masing-masing. Siapapun yang ingin bernasib baik, maka berbuat baiklah untuk investasinya di akhirat. Jangan pernah ragu dengan ganjaran akhirat, lantaran ia abadi dan nyata, sedangkan dunia hanyalah sementara.

Oleh karenanya, janganlah kita sia-siakan kesempatan itu. Bagaimanapun kita dimasa lalu, apapun kita dimasa lalu, semasih nafas terhembus maka kita masih ada kesempatan untuk berbuat lebih baik dari masa lalu.

Bertaubatlah! Itulah jalan keselamatan dan kemudahan untuk mengarungi hidup di dunia dan di akhirat kelak. (IN)

Post a comment

0 Comments