Salah Idola

Oleh: M. Mulyono


Bagaimana bisa kita masih terlalu mengidolakan manusia yang katanya merakyat atau tegas, dengan mengesampingkan Nabi Muhammad saw yang jauh lebih merakyat dan lebih tegas nan gagah perkasa.

Di suatu perjalanan Beliau tak segan mengumpulkan kayu bakar. Sedang di medan perang Beliau lah yang tampil paling depan, meskipun pasukanya satu banding tiga dibanding pasukan lawan.
Ini bukan fiksi yang dibuat-buat manusia. Inilah fakta yang Allah Swt tuliskan padanya, namun masih banyak muslim yang memandang sebelah mata.

Malulah kalian yang masih mengidolakan orang lain sampai melupakan 'mana kawan dan mana lawan, mana benar dan mana salah'.

Beda idola beda cerita.

Jika Rasulullah saw menjadi idola kita akan tahu makna persatuan dari sabda-sabdanya. Akan tahu makna persaudaraan seislam dan seiman dari tindakan-tindakannya. Akan tahu makna toleransi antar agama dari undang-undang yang ditetapkanya.
Tak ada manusia yang sempurna kecuali Nabi Muhammad saw.

Sadarlah. Lihatlah. Bacalah. Berfikirlah.
Jika kita benar-benar seorang muslim hakiki, maka kita akan tahu siapa yang patut kita cintai melebihi orang lain. Seseorang yang lebih mencintai kita, umatnya, daripada yang lain.

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد وسلم تسليما كثيرا

Post a comment

0 Comments