Memperingati Maulid Nabi, Habib Umar Beri Solusi Kemajuan Umat

Tidak terasa, kita sudah berada di penghujung bulan Rabi'ul Awal. Bulan yang patut umat muslim untuk bergembira di dalamnya, karena pada bulan Rabiul Awal dilahirkannya Sang Pembawa Risalah; Nabi Muhammad SAW.

Di Tarim sendiri, tempat saya menuntut ilmu, Sepuluh akhir bulan Rabiul Awal merupakan momen puncak peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

Tanah leluhur para wali songo ini akan terlihat sangat ramai di sepuluh akhir bulan Rabiul awal, masyarakat setempat, penuntut ilmu serta para penziarah sangat antusias untuk menghadiri berbagai even acara yang isinya mengekspresikan kegembiraan dengan peringatan maulid Mabi Muhammad SAW, seperti; Pembacaan Maulid, pawai maulid tahunan dll.

Tempat-tempat yang biasanya mengadakan peringatan maulid di sepuluh akhir bulan Rabiul awwal ini pun adalah tempat-tempat yang penuh dengan nilai historis dan sakral, seperti; Zanbal, Ribath Tarim, Darul Musthofa, Masjid Al Fath Imam Al Haddad, dsbg.

Senin, 25 Rabiul awal pesanttren asuhan Habib Umar bin Hafiz ini mengadakan acara peringatan maulid Nabi tepat setelah sholat Dzuhur. Meskipun waktu peringatan maulid berbarengan dengan waktu istirahat siang namun masyarakat sangat antusias untuk datang, terbukti dengan melimpahruahnya para jamaah sampai ke bagian luar pesantren Darul Musthofa. Tua, muda, anak-anak, mereka semua hadir karena rasa kecintaan dan kegembiraan mereka akan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Turut berhadir juga pada acara tersebut pimpinan mufti Tarim; Habib Ali Masyhur (kakak kandung dari Habib Umar), Habib Umar bin Hafiz, para munshib (pimpinan) qobilah-qobilah, Serta para Habaib (Habib-habib) yang lainnya dan para Masyaikh (Syeikh-syeikh).

Peringatan maulid diisi dengan pembacaan syi'ir pujian kepada Nabi Muhammad SAW dengan sholawat khas ala Tarim, serta sambutan dan ceramah agama dari Habib Ali Masyhur dan Habib Umar bin Hafiz.

Dalam sambutannya Habib Umar bin Hafiz selaku pimpinan Pondok Darul Musthafa menyeru kepada para muslimin untuk memperkuat ikatan tali mutaba'ah kepada Nabi Muhammad SAW, melakukan segala perkara sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW, serta membuang ego diri dan hawa nafsu yang ada didalam diri kita, kalau itu semua dilakukan maka kita;umat islam akan bersatupadu, umat akan maju, masyarakat kita akan rukun damai tanpa perpecahan karena kita memiliki panutan yang satu yaitu Nabi Muhammad SAW, serta akan menjadi senjata kesuksesan kita di dunia dan di akhirat.

"Mari sama-sama kita kuatkan ikatan mutaba'ah kita kepada nabi Muhammad SAW, karena itu akan menjadi senjata kita, menjadi sebab kemenangan kita di dunia dan di akhirat, sebagaimana kesuksesan yang diraih para sahabat Nabi SAW dengan kuatnya mutaba'ah mereka kepada Nabi Muhammad SAW". Ungkap beliau.

Dan beliau juga menyampaikan sebab keterbelakangan umat, banyaknya fitnah , bencana yang tersebar, disebabkan karena kurang kuatnya ikatan mutabaah kita kepada Nabi Muhammad SAW, kita terlalu mementingkan ego pribadi, cinta dunia  dan lebih memilih mengikuti panutan yang lain selain Nabi Muhammad SAW.

“Dan ketahuilah, bahwa sebab segala fitnah, bencana yang bertebaran disebabkan kurang kuatnya ikatan mutabaah kita kepada Rasulullah SAW”. Papar beliau dalam sambutannya.

Acara yang dimulai sejak selesai sholat dzuhur ini diakhiri dengan makan bersama dan sholat Ashar berjamaah.


Post a comment

0 Comments