Kajian Ramadhan : Bantulah Kami, Wahai Purnama Madinah


Kajian Ramadhan : Bantulah Kami, Wahai Purnama Madinah

Oleh: Sayyid Musthofa al Muhdhor (Mahasiswa tingkat akhir, Fakultas syariah wal qonun, universitas al Ahgaff)

Kajian sore ini bersama Alhabib Abdullah Baharun menginjak bab yang tidak kalah krusialnya dengan bab-bab yang lalu. Adalah "Syafa'at" yang menjadi topik utama kajian sore ini

Bab ini dibuka dengan menyitir salah satu ayat yang berbunyi:

مَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً حَسَنَةً يَكُنْ لَهُ نَصِيبٌ مِنْهَا

"Barangsiapa yang memberikan syafa'at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bagian (pahala) dari padanya." (QS An-Nisa, ayat 85)

Kata syafa'at bisa diartikan dengan mediasi dalam suatu problem yang terjadi, atau juga lebih akrab disebut dengan "penolong" atau "perantara". Syafa'at biasanya datang dari seorang yang memiliki kedudukan atau pangkat. Syafaat juga bisa di dalam kebaikan, bisa juga dalam keburukan. Walaupun lebih benarnya syafaat hanyalah untuk kebaikan, karena syafaat untuk keburukan dinamakan "Attaawun fil ismi" atau saling membantu dalam keburukan.

Jelaslah bentuk dan praktik syafaat sangatlah banyak terutama dalam kebaikan. Biasanya kita gambarkan dengan menolong seorang yang sedang mendapatkan masalah kepada atasannya atau yang mempunyai pangkat tertentu dan lebih tinggi dari orang tersebut. Serta, apabila Allah SWT menempatkan kita sebagai penolong, maka hendaknya kita jaga posisi tersebut dengan baik dan dengan penuh rasa amanah, karena niscaya kita akan menjadi perantara Allah SWT dalam menyalurkan rahmat-Nya yang amat luas.

Ada satu bentuk syafa'at yang seringkali kita lalai dalam mengambil posisi sebagai pemerannya, yaitu beristighfar untuk umat Islam, sebagaimana yang Nabi Muhammad contohkan kepada umatnya. Dan istighfar beliau untuk umatnya adalah bentuk syafaatnya di dunia ini, sedangkan syafaat besarnya akan beliau berikan di akhirat kelak. 

Kita sangatlah butuh dengan syafaat Nabi Muhammad SAW. di dunia terlebih di akhirat, yang mana semua pekerjaan dan perilaku buruk-baiknya, zhohir batinnya, akan terpampang jelas di hadapan kita nanti. Buku-buku amal pun tidak luput sedikitpun dari mencatat amal kita selama di dunia. Betapa butuhnya kita akan syafa'at Baginda kita yang mulia, Nabiyyullah Muhammad SAW. 

Oleh karena itu, hendaklah kita selalu memikirkan apa yang akan tertulis nantinya, karena akan banyak yang sangat malu dan tidak ingin buku tersebut dilihat orang lain. Pada hari itupun akan banyak yang mencoba protes akan isi buku tersebut dan meminta saksi dari dirinya sendiri untuk bersaksi atas dirinya itu. Akan tetapi saksi anggota tubuhpun tidak dapat membantu sedikitpun. Kaki, tangan, mulut, tidaklah lupa apa yang dilakukannya di dunia lampau. Semua lari dan menjauh dari dirinya, bahkan anggota tubuhnya tidak dapat membantunya. Akan tetapi disana ada orang yang tidak akan meninggalkan kita selamanya, tatkala semua keluarga bahkan anggota tubuh meninggalkan kita. Ia akan tetap disamping kita dan menemani kita sepanjang perjalanan hisab yang beratnyapun merupakan adzab. Adalah Nabi Muhammad SAW, yang memberikan kehidupannya untuk umatnya, di dunia dan akhirat, hanya beliaulah yang berdiri tegap pada saat itu untuk menolong umatnya.

Oleh karena itu, Habib Abdullah Baharun berpesan, janganlah sekali-kali kalian putuskan rantai hubungan dengan Nabi Muhammad. Dengan membelanya dan selalu mempunyai rasa cemburu yang kuat untuk agamanya. Eratkanlah terus dan jaga selalu rantai itu, karena hanya hubungan itulah yang paling penting untuk dijaga dari hubungan keluarga, anak, bahkan hubungan dengan diri sendiri.

Mudah-mudahan Allah selalu memberikan taufiq-Nya untuk kita, agar menjadikan diri kitabsebagai hamba-hambanya yang selalu menjaga rantai hubungannya dengan Nabi Muhammad. Dan bersama-sama kita titipkan rantai hubungan tersebut agar Allah langsung yang menjaganya untuk kita. Aamiin.

اللهم يا رب كل شيئ، بقدرتك على كل شيئ، إغفر لي كل شيئ، ولا تسألني عن شيئ

Mukalla, 14 Mei 2019.

=====

Terus dukung dan ikuti perkembangan kami lewat akun media sosial Ahgaff Pos di;

Facebook: facebook.com/AhgaffPos
Telegram: t.me/ahgaffpos
Instagram: instagram.com/ahgaff.pos

Posting Komentar

0 Komentar