Habib Abu Bakar Al-Adni Ingatkan Generasi Milenial untuk Kembali Menghidupkan Semangat Girah Mendakwahi Umat di Zaman Now

(Edisi Peringatan Haul Imam Al-Muhajir Ahmad bin Isa 13-15 Muharram 1440 H di Husaisah, Hadhramaut, Yaman)



"Kita tidak punya uzur halangan, atas keteledoran kita dari ketaatan dan perintah Allah swt. Kita tidak punya uzur, atas segala kelalaian dan kemaksiatan yang telah kita perbuat."

"Kenapa? Karena kita selalu lalai akan sejarah dan kisah para ulama kita terdahulu. Sehingga semakin melemahlah girah dakwah para dai yang ada, semakin pudar syiar agama, serta merembet semua itu kepada kemorosotan moral dan minimnya pengetahuan umat tentang syariat agamanya."

"Kita jarang membaca kisah tentang mereka. Khususnya para tokoh yang sudah berkhidmah kepada agama Islam hingga kita bisa merasakan nikmatnya beragama Islam hingga saat ini."

"Lebih khusus lagi, kita kurang mengenal siapa itu Imam Al-Muhajir Ahmad bin Isa yang kita peringati haulnya pada hari ini."

***

(Nama asli beliau adalah Ahmad bin Isa bin Muhammad Al-Husaini. Lahir dan tumbuh besar di Basrah, Irak. Pada tahun 317 Hijriah, beliau bersama keluarga dan para pengikutnya bermigrasi ke Madinah. Setahun kemudian, beliau berhaji dan bertemu dengan rombongan dari Hadhramaut. Pertemuannya dengan orang-orang Hadhramaut itulah yang mendorong Imam Al-Muhajir berhijrah dan melakukan ekspansi dakwah ke sana. Gelar “Al-Muhajir” (secara harfiah berarti imigran) beliau peroleh lantaran perpindahannya dari Basrah ke Hadhramaut. Salah satu cucu beliau yang bernama Alawi bin Ubaidillah merupakan cikal bakal para habib (Alawiyyin) dan ulama yang tersebar di bumi Hadhramaut hingga kini, termasuk di antaranya adalah Al-Faqih Al-Muqaddam, nenek moyang Wali Songo yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa.)

***

"Oleh karenanya dengan adanya peringatan haul semacam ini, kita bisa bersama-sama menghidupkan hati umat untuk mengenang dan mengambil pelajaran dari keutamaan para ulama kita terdahulu."

"Kita renungi akhlak mereka, cara mereka berinteraksi, girah dakwah mereka saat menyebarkan dakwah syariat agama Islam ke berbagai penjuru dunia."

"Setelah semua itu kita renungi, maka kita bisa mengukur seberapa besarkah kita sudah ikut serta mengambil peran dalam mengemban amanah risalah nabi Muhammad saw untuk disampaikan kepada umat?"

"Sudah seberapa kuatkah ikatan hubungan lahir dan batin kita kepada para ulama salaf yang bersambung ilmu mereka kepada nabi Muhammad saw?"

"Bila kita tengok, makin hari ke hari, umat kita semakin renggang beribadah dan beragamanya. Dengan mudahnya mereka terjerumus kepada kelalaian dan kemaksiatan."

"Semua karena apa? Semua karena semakin banyak umat yang bercerai-berai, tanpa ada usaha untuk mendekatkan diri mereka kepada ulama. Dan tentu, ketika semakin mereka memisahkan diri, semakin mudah pula setan menyesatkan mereka."

"Duluu dengan menggunakan berbagai sarana dakwah yang ada, dakwahnya Imam Al-Muhajir bersama para ulama salaf lainnya bisa sampai ke berbagai pelosok dunia. Tapi sekarang? Semakin canggih sarana dan teknologi yang ada, namun girah dakwah kita malah semakin melemah tak segencar zaman dahulu."

"Mari kita jaga semangat girah dakwah ini agar senantiasa terus menyala hingga ke generasi anak cucu kita. Karena ini adalah warisan yang ditinggalkan oleh nabi Muhammad saw kepada kita. Sebuah amanah yang harus kita lestarikan dari zaman ke zaman."

"Semoga kita mendapatkan keberkahan dari acara peringatan haul Imam Al-Muhajir, sehingga kita dikaruniakan oleh Allah swt spirit girah dakwahnya Imam Al-Muhajir Ahmad bin Isa."

•Cuplikan ceramah Habib Abu Bakar Al-Adni pasca pembacaan maulid 'SimthudDurar'6 dalam Peringatan Haul Imam Al-Muhajir Ahmad bin Isa 13-15 Muharram 1440 H di Husaisah, Hadhramaut, Yaman

@assallaatoh

Post a comment

0 Comments