Cinta Sholihin, Petikan ceramah al-allamah al-habib Hasan bin Abdullah bin Umar Asy-Syatiri (wafat 11 rabi'ul awwal 1425 H).

Oleh: Muhammad Ihsan (mahasiswa tingkat akhir Universitas al-Ahgaff)



Mencintai seorang ulama tidak hanya sebatas dengan banyak bersalaman kepadanya. Bukan pula dengan sering mengusap makamnya serta menziarahinya, yang mana ini semua tidak sepenuhnya menunjukkan rasa cinta kepada mereka.


Wahai saudaraku semua, ketahuilah esensi dari sebuh cinta itu ialah "Hati".

Kita sering mendengar dalam ceramah agar meninggalkan ghibah (menggunjing orang lain), tapi nyatanya apakah kita telah meninggalkan ghibah ?
Kita juga sering mendengar nasihat agama agar selalu membaca Alquran. Tapi apakah nasihat itu telah kita bawa ke rumah, lantas berusaha bangun sebelum fajar dan membaca Alquran walau hanya setengah jam?

Akan tetapi, kenyataannya tidak ada yang mengamalkannya wahai para saudaraku!

Dan apakah ada diantara kita yang telah berusaha  meninggalkan hal-hal yang diharamkan?

Bahkan kita selalu teledor akan hal ini wahai para saudaraku!

Dengan demikian cinta kita masih belum sempurna.

"Sesungguhnya seorang pecinta akan selalu mengikuti orang yang ia cintai"

Sebagian ulama berkata: "Lihatlah orang-orang yahudi dan nashrani, mereka mencintai para nabi. Akan tetapi, apakah kelak mereka akan dikumpulkan bersama nabi mereka? (Jawabannya) Tidak!

Apa penyebabnya? Sebab tidak adanya mutaba'ah (mengikuti nabi mereka).

Katakanlah: "Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku ! Niscaya Allah akan mencintai kalian (Aal-Imron : 31).

(MN)

Post a comment

0 Comments