At Tahawid dan Al Marazikh, Tradisi Warga Tarim Menjelang Ziarah Nabiyullah Hud As

Oleh: Aidil Ridhwan, Aceh




[Tulisan ini telah dimuat di koran Harian Surya, Surabaya, Jawa Timur, dengan judul: _Menikmati Syakban di Yaman._ Edisi 10 Mei 2017.]


BULAN Syakban merupakan bulan yang ditunggu-tunggu masyarakat di Provinsi Hadhramaut, Republik Yaman. Pasalnya, di sepuluh awal bulan tersebut warga setempat mengadakan ziarah tahunan ke makam nabiyullah Hud as.


Makam Nabi Hud as berada di lembah Syi'ib Hud. Dari Kota Tarim, tempat saya berdomisili- Syi'ib bisa ditempuh selama tiga jam dengan perjalanan darat.


Tarim sendiri merupakan kota mungil kuno di Republik Yaman. Bagi warga di kota berjuluk Kota Sejuta Wali ini, ziarah Nabi Hud as  merupakan momen tahunan yang ditunggu-tunggu.


Meski acara puncak ziarah berlangsung pada 9 dan 10 Syakban, namun aroma dan nuansanya sudah tercium mulai dari akhir bulan Rajab.


Di akhir bulan Rajab, sebagian masjid-masjid di Tarim mengadakan maulid (pembacaan kisah Rasulullah SAW). Acara tersebut biasanya digelar setelah salat maghrib dan berakhir ketika adzan isya dikumandangkan.


Usai salat isya berjamaah, At Tahawid dan Al Marazikh dilangsungkan. Acara tersebut merupakan tradisi warga Tarim yang sudah mengakar ketika menyambut ziarah Nabi Hud as.


Visi misi dari tradisi tersebut tak lain untuk menumbuhkan semangat dan menganjurkan masyarakat untuk ikut serta menziarahi Nabi Hud yang berlangsung beberapa hari.


At Tahawid merupakan bacaan-bacaan untuk membangkitkan semangat para jamaah. Salah seorang imam atau orang yang berpengaruh di masjid tersebut membaca bacaan-bacaan tersebut dengan suara dan irama mendayu-dayu.


Di antaranya adalah, "wahai orang-orang yang lalai, ingatlah Allah dan katakanlah laailahaillallah, tidak ada Tuhan selain Allah. Allah, Allah, Allah…"


Spontan para jamaah menjawab dengan, "Hud.. ya Hud.. ya Hud An Nabi."


Bacaan tersebut diulang-ulang sebanyak tiga kali. Setelah itu, imam melanjutkan bacaan-bacaan lain, begitu seterusnya para jamaah menjawabnya. Suara pun menggema seantero masjid. Amazing!


Setelah bacaan-bacaan berlangsung, dimulailah Al Marazikh yang mirip dengan konvoi. Para jamaah berjalan sambil memegang tangan satu sama lain, mereka mengucapkan bacaan-bacaan yang menumbuhkan semangat masyarakat untuk berziarah.


Begitulah gegap-gempita masyarakat di Kota Tarim menyambut ziarah tahunan ini. Wallahu 'alam.

Post a comment

0 Comments