Pesona Ramadhan di Tarim, Shalat Tarawih 100 Raka'at

PESONA RAMADHAN DI TARIM, SHALAT TARAWIH 100 RAKA'AT


Marhaban Ya Ramadhan, Marhaban Ya Syahra Qur'an

Tarim - (06/06) Umat islam sedang bergembira, pasalnya bulan yang penuh keberkahan sedang berlabuh di tengah-tengah mereka. Berbicara tentang bulan Al-Quran ini, ada hal yang menarik dan unik dari kebiasaan / tradisi warga Tarim, Hadhramaut, Republik Yaman ini.

Menjalani puasa di wilayah tandus dengan suhu hariannya berkisar antara 45-60 derajat Celcius dapat menyurutkan niat kita (warga asing) beraktivitas. Tak terkecuali masyarakat pribuminya. Pada siang hari, jalanan utama kota yang dijuluki “Kota Seribu Wali” ini terlihat sepi dari lalu lalang warga.

Mereka lebih memilih berdiam diri di rumah atau hanya sekadar beriktikaf di masjid-masjid yang tersebar di seluruh pelosok distriknya. Pendeknya, pada siang hari, Tarim seperti kota mati.

Aktivitas masyarakat kembali normal justru setelah shalat Ashar. Mereka mulai sibuk mempersiapkan iftar (menu berbuka). Dalam hal ini, pengurus masjid juga ikut andil dalam memfasilitasi jamaahnya dengan penganan seadanya. Menu yang sering disuguhkan saat berbuka puasa adalah kurma, rutab (kurma basah), bakhoumry, sambousa, dan segelas jus mangga.

Pada malam hari, ketika azan Isya dikumandangkan, sebagian masjid-masjid sudah mulai dikerumuni warga untuk melaksanakan shalat Isya serta Tarawih secara berjamaah.

Terkait amalan yang membuat kita takjub di Tarim ini adalah kebiasaaan warganya melaksanakan shalat Tarawih dengan format waktu yang berbeda-beda. Pendeknya, shalat tersebut dilaksanakan mulai dari masuknya waktu Isya hingga waktu sahur tiba dengan jumlah raka'atnya 20.

Sebut saja Masjid Ahlu Kisa’ di Pesantren Darul Musthafa. Shalat Tarawih di masjid ini baru dimulai pukul 20.45 hingga berakhir pukul 22.30. Kemudian dilanjutkan di Masjid Ba ‘Alawi yang dimulai dari pukul 23.00 hingga pukul 00.00. Tak jauh dari Masjid Ba ‘Alawi, barulah giliran Masjid Almuhdhar menunaikan shalat. Dimulai sejak pukul 00.05 hingga pukul 01.05.

Hanya berjarak 100 meter dari Masjid Almuhdhar, terdapat Masjid Jamik Tarim. Di sini Tarawihnya dimulai pukul 01.15.Dan yang terakhir adalah Masjid Wa’al. Di masjid yang dibangun oleh seorang tabi’in (masa setelah berakhirnya masa sahabat Rasulullah) ini shalat Tarawihnya dimulai pukul 02.00 hingga berakhir pukul 03.00 atau bertepatan dengan tibanya waktu sahur.

Oleh karena itu, di malam-malam ramadhan, baik penduduk setempat maupun para mahasiswa berkesempatan shalat Tarawih di lima masjid yang berbeda-beda. Artinya, semalam, mereka bisa mengerjakan shalat tarawih 100 raka'at.

Marhaban ya Ramadhan. Kami Segenap Pengurus AMI periode 2015-2016 mengucapkan Selamat datang bulan Ramadhan. Semoga amalan kita di bulan yang penuh berkah ini diterima oleh-Allah Swt. Allahumma amiin. (Eydiel Azri)


Post a comment

0 Comments