Maulid Akbar; Ahgaff Bershalawat di Lembah Hadhramaut

Tarim - Selasa (5/1), Segenap keluarga besar Universitas Al-Ahgaff memperingati maulid nabi Muhammad SAW. 1437 H dengan penuh khidmat. Maulid yang bertemakan “Nabi Muhammad Di Hati Para Umat” ini diadakan di Auditorium Fakultas Syariah Dan Hukum.

Acara ini dihadiri oleh ust. Abdurrahman seggaf, Ketua Bidang Ushul Fiqh, ust. Abdullah Awadh bin Smith beserta dosen-dosen lainnya. Tak ketinggalan pula para muwazzhofiin (pegawai) juga turut memeriahkan acara ini. Kehadiran para mahasiswa Al-Ahgaff juga menambah kemeriahan acara ini.


Sebelum acara dimulai, Jam’iah shalawat Al-Ahgaf membawakan senandung syair-syair menyanjung baginda Rasulullah SAW. Ketika masuk waktu dhuhur, para hadirin menunaikan shalat dhuhur berjamaa’ah. Setelah itu, pembacaan maulid Simtud Duror.

Agenda berlangsung dengan meriah dan tetap khidmat dan bernuansa kecintaan pada nabi Muhammad SAW.

Setelah Mahallul Qiyam, beranjak ke acara sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh ust. Ahmad Bin Aqil. Beliau menyampaikan bagaimana kecintaan umat kepada nabi Muhammad semakin bertambah begitu nama Muhammad SAW.

Disebut-sebut dalam suatu majelis, dan ketika kecintaan semakin bertambah maka semakin ada rasa tidak ingin membuat beliau marah dengan menjalankan perintah Allah SWT. dan menjauhi larangan-Nya.

“Berbahagialah antum, antum dapat menimba ilmu di bumi Tarim ini, lingkungan yang penuh dengan ilmu dan amal”. Tutur beliau kepada para mahasiswa. “jika kita ingin menjalani hidup dengan baik maka tak ada cara lain melainkan meneladani Rasulullah SAW”. Lanjutnya.

Sambutan kedua oleh ust. Ali Al-Haddad. Beliau mengutip shalawat Imam muhammad bin Idris Syafi’i yang tercantum di dalam kitab Ar-Risalah dan juga syair Imam Abi Al-Hasan Al-Bakriy.

Beliau berkata, “Berkat Rasulullah, Allah melimpahkan beribu kebaikan kepada kita. Berkat Rasulullah, Allah menjauhkan kita dari beribu kejelekan. Lantas, bagaimana kita tidak mencintainya? Bagaimana kita tidak merayakan maulidnya?

Semoga kita bisa meneladani akhlaq beliau, baik perkataan maupun perbuatan.” Ungkap dosen asal Seiywun itu.

Sambutan yang ketiga disampaikan oleh ust. Abdurrahman Seggaf, “Alhamdulillah kita telah menyelesaikan semester awal tahun ini. semoga apa yang kita pelajari, apa yang kita hafalkan diberkahi oleh Allah.

Dan semoga mata hati kita dibukakan oleh Allah. Antum di sini, wahai thalibul ilmi (pelajar), belajar ilmu syariah yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW. Dan ilmu-ilmu yang membantu untuk memahami ilmu syariah. Untuk apa ? Untuk menata diri dan mengajak orang lain menata diri sesuai ajaran Rasulullah SAW.” Tutur Ketua Mufti wilayah Seiywun itu.

“Nabi Muhammad diutus untuk dua maslahat, maslahat dunia dan maslahat akhirat. dan antum di sini mempelajarinya, menghafalkannya, hanya semata untuk memahami syariat yang diperjuangkan oleh nabi Muhammad. Bukan supaya lulus ujian, bukan untuk nilai mumtaz.”.

Beliau (Ust. Abdurrahman) juga mendoakan anak-anak didiknya agar dimudahkan belajar dan lulus ujiannya. Kemudian dilanjutkan oleh sambutan dari seorang ashab da’wah. Dan diakhiri dengan pembacaan doa oleh ustad Abdullah Awadh Bin Smith.

Setelah itu, ada acara pertunjukan-pertunjukan yang dipandu oleh Hasan Bafadhol, pelajar asli Tarim.

Pertunjukan pertama, delegasi dari Mukalla yaitu Abdullah Al-Baitiy, beliau membawakan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Yang kedua delegasi dari Taiz oleh Abdul Karim, belaiu membawakan syair-syair arab dengan suara yang khas.

Berikutnya delegasi dari dari Somalia, Abdur Razaq.

Selanjutnya dari Pakistan, Syibir Ridho.

Dan selanjutnya dari Uzbekistan, Abdul Alim Abdul Majid.



Dan penampilan terakhir yaitu delegasi dari Indonesia yang diwakili oleh Muhammad Al-Maduriy, hb. Hafidz Al-Qodriy, Mar’i Hadiq, hb. Syafiq bin Yahya, Muhammad Rouf, dan Syauqi Rohman. (YK/red).

Post a comment

0 Comments