Bertoleransi, Salah Satu langkah Preventif dari Fanatisme ???


Toleransi antar madzhab,manjadikan pribadi yang fleksibel

Tarim - Setelah beberapa waktu sempat libur, Pada hari Sabtu/09/03 kemarin, Fordis (Forum Diskusi) AMI Ahgaff kembali menemani mahasiswa Indonesia untuk kembali mempertajam daya kritis dengan menghelat diskusi, seperti biasanya, diskusi di selenggarakan di Auditorium Fakultas Shareea Wal Qonun Universitas Al Ahgaff, Tarim Hadlramaut Yaman pukul:  20:00 hingga  23:00 waktu setempat.

 Dihadiri oleh sekitar lima puluh orang diskusan dari berbagai organisasi seperti PPI (Persatuan Pelajar Indonesia), AMI Ahgaff (Asosiasi Mahasiswa Indonesia), PCI NU Yaman dan organisasi daerah seluruh Indonesia di universitas Al Ahgaff. Fordis Mengangkat sebuah Tema Berjudul "TOLERANSI ANTAR MADZHAB FIQIH" yang dipresentasikan  oleh intelektual muda islam, M. Hanafiyyah (Kepala Departemen Pendidikan OPISI Sumatera di Yaman) dan Moh. Mahrus Aly (Penikmat dan aktivis Kajian Islam serta Ketum FOSMAYA Madura di Yaman) sebagai Pembanding.

Dikusi yang dimoderatori langsung oleh Koordinator Fordis, Kheeruz S. Ihsan Hamid berlangsung sangat menarik karena disamping dua nara sumbernya yang luar biasa, Tema toleransi selalu memiliki magnet tersendiri untuk di perbincangkan.
Dalam pengantarnya moderator menjelaskan bahwa pasca kewafatan rasulullah SAW Ummat islam benar-benar kehilangan rujukan hidup dalam menangkap titah tuhan kepada hambanya, sedangkan titah terus berkelanjutan tiada henti. Usaha memahami titah terus diupayakan melalui standar kemampuan manusia. Konsep ijtihad beserta perangkat-perangkatnya diciptakan demi memahami wahyu dengan proses yang benar. Tetapi keragaman perangkat justru memicu lahirnya hasil-hasil yang juga beragam.

Diskusi yang di bingkai dalam tiga termin langsung menghangat sejak termin pertama yaitu termin kritik makalah hal ini disebabkan semangat para diskusan yang sudah rindu untuk berdiskusi, berdialog dan perang argument. Diskusi  semakin menarik lagi dengan adanya beberapa pertanyaan dan kritikan unik dan cukup menantang.

 
M.Hanafiyah,Pemakalah aktifis muda sumatra (Ahgaff Pos/Rajiv Muzakki)

Menurut kedua Narasumber perbedaan adalah sebuah keniscayaan dalam berbagai madzhab dan merupakan pola dari setiap ijtihad, ia beserta setiap elemennya adalah susunan hukum-hukum secara global dan merupakan sebuah aspek dari sisi syariat. Paham radikal, cengkrama fanatisme, kebencian, mempersempit pengikut-pengikut madzhab atas diri mereka dan tidak menghargai pendapat orang lain hingga legitimasi politik-sosial adalah beberapa factor yang dapat mengancam keseimbangan masyarakat social dalam bermadzhab. Sehingga prinsip toleransi mutlak dikedepankan demi terbebas dari fanatisme negative.

 Toleransi sendiri bukanlah istilah yang baru dalam islam, karena ia sudah dikenal sejak islam itu lahir sebagaimana sabda Rasulullah SAW : "sesungguhnya aku diutus dengan berpegang teguh kepada agama yang lurus dan toleran " (HR: At-thobroni). Di dalam Alqur'an sendiri bisa ditemukan sekian ayat yang membawa pesan bahwa sikap toleransi merupakan hal yang sangat esensial dan kewajiban bagi setiap umat islam. Tentu saja yang dimaksud adalah dalam hal-hal yang bersifat prediktif.

Ada beberapa hal penting yang harus ditanamkan dalam prinsip toleransi diantaranya kesadaran bahwa tidak ada hal wajib bagi setiap manusia kecuali menjalankan semua perintah dan menjahui larangan-larangan Allah SWT dan Rasul-Nya. Kedua kesadaran bahwa perbedaan adalah sebuah keniscayaan terutama dalam bidang fikih. Ketiga kesadaran bahwa perbedaan sejatinya merupakan rahmat bagi umat islam dan yang keempat adalah sikap saling menghargai antar kelompok atau madzhab.

 Ditengah-tengah suasana diskusi yang semakin seru dan memanas tidak terasa jarum jam sudah menunjukkan pukul 23:00 WY. Ini berarti diskusi harus segera ditutup meskipun masih terlihat ada beberapa banyak orang diskusan yang masih berdiri dan dan mengangkat tangannya untuk mengantri giliran mendapatkan kesempatan mengeluarkan argument. "Kita tunggu dan kita tantang kalian dalam diskusi selanjutnya" tutup moderator.
Forza Fordis..!! Forza AMI.!! (Reporter : Fordis Crew)


Post a comment

0 Comments